Perusahaan Galangan Speed Boat Yang Menggarap Kapal Kemenhub

Tampaknya kali ini anggota organisasi Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia atau Iperindo sedang benar – benar sumringah. Ya, hal tersebut sebenarnya menjadi suatu hal yang wajar.
Bagaimana tidak?
Anggota organisasi galangan terbesar di Indonesia tersebut, setidaknya sebanyak empat perusahaan galangan speed boat secara nasional sudah mengantongi kontrak untuk melakukan pengadaan. Pengadaan kapal yang menjadi kontraknya bukan kapal – kapal sembarangan. Melainkan speed boat atau kapal yang akan digunakan Kementerian Perhubungan Indonesia? Lantas, perusahaan galangan speed boat apa saja yang mendapatkan angin segar tersebut?
Perusahaan Galangan Speed Boat yang Menggarap Kapal Milik Kemenhub
Ya, sebanyak empat perusahaan galangan kapal nasional sudah mengantongi kontrak pengadaan kapal pesanan Kementerian Perhubungan dalam rangka konektivitas didalam negeri Indonesia. Keempat perusahaan tersebut diantaranya adalah PT Dumas Tanjung Perak Shipyard, PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia, PT Mariana Bahagia dan PT Dok Bahari Nusantara.
Perusahaan galangan speed boat ini akan dibangun dengan sebanyak 8 unit kapal perintis senilai 246,6 miliar. Delapan kapal perintis tersebut resmi hadir dan pembangunannya ditandai dengan peletakan lunas atau keel laying oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang diselenggarakan di galangan PT Dumas Tanjung Perak Shipyard.
Selaku direktur pemasaran dari PT Mariana Baharia Yohanes Jusak dikatakan bahwa perusahaan perseroannya akan mendapatkan suatu rasa kepercayaan berupa pembangunan dua unit kapal perintis. Pengerjaan kapal ini kabarnya butuh waktu kurang lebih sekitar 14 bulan.
Kontrak pembangunan delapan unit kapal perintis telah ditandatangani antara Kementerian Perhubungan dan sebanyak empat perusahaan galangan nasional di tanggal 11 September 2015. Kapal yang dibangun sendiri masing – masing memiliki bobot 500 dead weight tonnage (DWT) dan sebesar 750 DWT.
Rencananya, sebanyak delapan kapal perintis nantinya akan mulai dioperasikan untuk memberikan pelayanan terhadap sejumlah pelabuhan yaitu pelabuhan di pangkal Makassar, Bima, Kendari, Babang, Tilamuta, Sitete, Sanana dan juga Kotabaru.