Rescue Boat Speed Boat Patroli Pada Penyelamat Kecelakaan

Rescue boat dan speed boat patroli dalam menangani kecelakaan. Rescue boat adalah salah satu sarana transportasi yang masih diminati banyak orang untuk memudahkan mobilitas satu pulau ke pulau lain karena dianggap lebih murah. Tentu saja semua transportasi mempunyai risiko keselamatan seperti speed boat patroli tenggelam, terbakar atau mengalami gangguan mesin lain yang disebabkan banyak faktor baik faktor alam atau human error. Indonesia adalah salah satu negara dengan wilayah perairan yang luas hingga tak heran jika keberadaan kapal penyelamat semakin meningkat baik speed boat patroli, kapal angkut barang atau kapal rescue boat dan potensi ini akan terus tumbuh. Sehingga risiko terjadi masalah saat kapal berlayar bisa saja terjadi kapan saja.
 kapal cepat speedboat
Anda tentu masih ingat dengan jelas peristiwa nahas kecelakaan KM Zahro Express di perairan teluk Jakarta pada bulan Januari 2017 lalu yang menyebabkan banyaknya korban jiwa. Tentu saja prosedur penyelamatan dan adanya rescue boat sangat dibutuhkan dalam menangani bencana kecelakaan laut seperti itu.
Tim SAR (Search and Rescue) dan tim penolong akan menggunakan rescue boat untuk menolong para korban yang mungkin terjun ke laut untuk menyelamatkan diri dari kecelakaan kapal penyelamat seperti kapal meledak, kebakaran atau kapal rusak hingga risiko tenggelam lebih besar.
Rescue boat atau kapal penyelamat biasanya terbuat dari bahan fiber atau plastik. Kapal penyelamat jenis ini sangat dibutuhkan saat terjadi kecelakaan speed boat patroli di laut sebab memiliki berat yang ringan. Boat penolong ini juga memiliki mesin tempel dan memiliki kecepatan yang bagus kapal pesiar pribadi sehingga mudah sekali saat digunakan untuk berputar atau berbalik arah saat mencari korban yang mungkin mengapung di tengah laut. Selain itu, bahan fiber membuat rescue boat lebih tahan terhadap goncangan cuaca seperti hujan dan panas.
rescue boat
Rescue boat biasanya dilengkapi dengan dayung, tali-tali yang berfungsi untuk pegangan para korban dan penyelamat saat akan naik ke sekoci penolong dan beberapa hal lain yang terkait dengan proses penyelamatan penumpang kecelakaan kapal penyelamat yang tenggelam atau terbakar seperti kotak perawatan medis. Dengan adanya rescue boat berkualitas serta tim penolong yang handal diharapkan mampu menangani penyelamatan korban kecelakaan speed boat patroli dengan maksimal.
Rescue boat yang merupakan kepemilikan dari TNI AL dikenal dengan nama rescue boat dan speed boat patroli Barakuda 633.  Kapal milik armada angkatan laut TNI Indonesia ini tentunya merupakan sebuah kapal dengan spesifikasi yang sangat luar biasa. 
Speed boat patroli Barakuda 633 ini diklaim siap menembak dan juga menenggelamkan kapal – kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Lantas, seperti apakah Barakuda 633 ini? Berikut informasi selengkapnya yang penting Anda tahu!
Rescue boat dan speed boat Barakuda 633 yang Diklaim Ganas
Barakuda 633 merupakan rescue boat dan speed boat patroli yang dikomandani oleh Mayor Laut (P) Saryanto dengan ukuran yang besar. Barakuda 633 memiliki panjang kurang lebih 58,10 meter, tingginya mencapai 23,10 meter dan lebarnya 7,6 meter. 
Jenis kapal ini merupakan suatu kapal cepat yang dapat melaju dengan kecepatan maksimal up to 28 knot. Kapal yang satu ini dilengkapi dengan alat pengintai target yang memiliki sebanyak 3 buah persenjataan. 
Persenjataan dari Barakuda 633 diantaranya yaitu terdapat 1 buah meriam kaliber 40 mm, 2 buah meriam kaliber 20 mm, dan terdapat helipad atau suatu landasan helicopter di bagian atasnya. Barakuda 633 pada awalnya bernomor lambung 814 dan dibuat di galangan kapal PT PAL Indonesia dengan lisensi galangan kapal Luerrsen Jerman. 
Tahun pembuatan Barakuda 633 pada Juli 1994 kemudian diluncurkan satu tahun setelahnya. Nama Barakuda yang diberikan pada rescue boat dan speed boat patroli ini merupakan nama salah satu jenis ikan laut berbahaya yang terdapat di perairan iklim tropis seluruh dunia. 
Barakuda merupakan jenis ikan ganas dengan ciri – ciri warna kulit keabu – abuan dengan rahang panjang dan terdapat gigi yang runcing dan tajam. Sifatnya selalu waspada, tak gentar terhadap semua yang bergerak didalam air dan dapat berenang dengan sangat cepat. 
Karena alasan ketangguhan barakuda tersebut, maka rescue boat dan speed boat patroli TNI AL dibawah naungan komando Armada RI kawasan Barat kemudian diberi nama dengan Barakuda 633. Harapannya tentu agar dapat membantu meningkatkan semangat semua personil dalam mengamankan perairan Indonesia. 
Itulah informasi selengkapnya tentang rescue boat dan speed boat patroli Barakuda 633 yang ganas dan filosofi atas penamaannya. Semoga menambah informasi kita semua.