Kapal Pengawas Aturan Undang Undang Kapal Perikanan Indonesia

Indonesia merupakan negara yang terdiri atas kekayaan alam di darat, udara dan laut. Karena itu pertahanan Indonesia tidak hanya meliputi yang ada di darat saja melainkan pertahanan Indonesia juga meliputi yang ada di udara dan laut.
Di laut, perairan dan perikanan dilindungi oleh pertahanan yang lengkap. Untuk mengawasi area laut dan perikanan, kapal pengawas perikanan pun dikerahkan. Mengenai bagaimana dan seperti apa aturan Undang – Undang kapal pengawas perikanan di Indonesia, berikut informasi selengkapnya yang penting Anda tahu!
Aturan Undang – Undang Kapal Pengawas Perikanan di Indonesia
Berdasarkan aturan perundang – undangan, kapal pengawas perikanan merupakan suatu kapal pemerintah yang diberi tanda tertentu untuk melaksanakan pengawasan serta upaya penegakan hukum di bidang perikanan dalam wilayah tata kelola perikanan negara republic Indonesia.
Dalam pengawasannya, kapal ini dilakukan pada wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia. Pelabuhan perikanan, pelabuhan bukan perikanan, pelabuhan pangkalan, pangkalan pendaratan ikan dan juga sentra kegiatan nelayan semuanya perlu jenis kapal semacam ini.
Jenis kapal ini sudah ada sejak tahun 2003. Akan tetapi mengenai perkembangan kapal pengawas perikanan di Indonesia masih dirasa kurang karena wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia benar – benar luas.
Dalam tata kelola tugasnya sendiri, kapal pengawas ini perlu melakukan berbagai hal. Kapal ini bertugas untuk menghentikan, melakukan upaya pemeriksaan, membawa dan juga menahan kapal yang diduga melakukan pelanggaran ke pelabuhan terdekat untuk melakukan langkah pemrosesan lebih lanjut.
Atas dasar UU nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana yang telah diubah menjadi UU nomor 45 tahun 2009 dalam hal tertentu kapal pengawas perikanan atau penyidik PNS perikanan juga dapat melakukan tindakan khusus termasuk berupa upaya penenggelaman.
Kapal jenis ini atau yang dikenal sebagai fishery patrol ship dalam dunia pelayaran sering disebut sebagai kapal putih. Hal ini karena kapal pengawas perikanan memiliki warna yang dominan putih mengingat warna abu – abu atau kamuflase hanya boleh digunakan untuk sebuah kapal militer saja. Jadi aturan tersebut masih berlaku sampai saat ini.